Langsung ke konten utama

TOURING KEMERDEKAAN 2018


Menyusuri Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). 
Oleh : Agus Prana Mulia

Bulan Agustus 2018, saat pagi hari berkumpul di masjid Nurul Maghfiroh Pasar Caringin Kecamatan Caringin : Penulis, Ki Buyut, Ki Opan, Ki Udin Pancawati, dan saudara Feri Batukembar. Setelah beberapa saat, semuanya siap meluncur kami menuju Ciomas melalui jalur Caringin-Cihideng-Empang untuk bergabung dengan rombongan yang lain. Terlihat ada : Ki Pura, Ki Otep dan Ki Bule. Rombongan kemudian menuju Ki Sanguan (Juwen) di kampung Jugala tidak jauh dari SMAN 1 Sukajaya Bogor Barat. Ki Juwen sendiri sebetulnya asli Jakarta yang hijrah dengan orang tuanya ke kampung Jugala Desa Sukakersa Kecamatan Cigudeg.

Di terminal Leuwiliang rombongan sudah ditunggu oleh saudara Acep dan Ahmad Rancamaya, keduanya mahasiswa Universitas Nusa Bangsa Bogor. Penulis menikmati dulu air kelapa dan membeli perbekalan konsumsi.

Sesampainya di rumah Ki Juwen, rombongan dijamau dengan makan siang seadanya. Setelah semuanya siap, kami berangkat menuju Kasepuhan Sihuut yang dipimpin oleh Abah Sahim, manusia langka dengan umur 118 tahun. Perjalanan mengarah ke Kasepuhan Urug, akurang lebih setengah jam dari kampung Jugala.

Silaturahim ka Abah Sahim

Nepangan Abah Adi di Gunung Leutik, Sukajaya 

Di Padepokan Pagerjangkung Cemplang 

Rombongan Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor



Sore di perkebunan teh Nirmala Bogor 

Sore di perkebunan teh Nirmala Bogor


Sore di perkebunan teh Nirmala Bogor

Sore di perkebunan teh Nirmala Bogor







DINU KIWARI NGANCIK NU BIHARI SEJA SAMPEUREUN JAGA

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SILSILAH MENURUT ORANG SUNDA

PANCAKAKI  Oleh  :  Agus Prana Mulia  (Budayawan Bogor) Pancakaki  bagi orang Sunda sepertiku sangatlah penting. Karena sebagai salah satu  upaya merekatkan kekerabatan diantara anggota keluarga. Sayang mayoritas generasi muda Sunda - termasuk bangsa Indonesia -  sekarang sudah banyak yang meninggalkan, akibatnya terjadi kehilangan obor alias tidak tahu silsilah keluarga. Saudara menjadi orang lain, orang lain menjadi saudara yang dalam pepatah sundanya :  dulur jadi batur, batur jadi dulur. padahal jelek-jelek juga adalah saudara, buruk-buruk papan jati. Penelusuran garis keturunan ( sakeseler ) dalam khazanah kesundaan diistilahkan dengan  pancakaki . Dalam Kamus Umum Basa Sunda (1993), pancakaki diartikan dengan dua pengertian.  1. Pancakaki menunjukkan hubungan seseorang dalam garis keluarga (perenahna jelema ka jelema deui anu sakulawarga atawa kaasup baraya keneh). Kita pasti mengenal istilah kekerabatan, seperti...

SULUK KA BADUY

Pintu Cicakal Girang Masyarakat Adat Baduy terletak di desa Kanekes, Kec. Leuwidamar, Kab. Lebak, Provinsi Banten. Halaman Parkir Univ. Nusa Bangsa Bogor Gajebo Baduy Luar Puncak Tanjakan Tumayang Cibeo Jambatan (cukang) Ciujung arah Cibeo Bersama mahasiswa Univ. Nusa Bangsa Bogor Ngaweungi (bermalam) di Jamad Cipaler Girang

TASAWUF

TASAWUF, ZIKIR, MODERNITAS DAN PEMBERDAYAAN Oleh : Agus Pranamulia     Konsultan Manajemen Sumber Daya Manusia & Kelembagaan A.            Iftitah     Seluruh komponen bangsa memiliki kewajiban untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal, unggul, berkualitas, dan berakhlak mulia. Pemerintah, masyarakat dan semua elemen yang ada di dalamnya, bertanggungjawab dan memiliki peran yang sama dalam mewujudkan tujuan mulia tersebut. Dalam mengimplementasikan kesadaran atas segenap persoalan yang ada, tidak cukup hanya dengan memahami dan memikirnya saja. Dibutuhkan aplikasi dari kesadaran atas persoalan tersebut. Islam telah meletakan dasar-dasar pemahaman keimanan dan ketakwaan secara lebih konkret dengan konsep ‘ulumul hadis’ yaitu : Iman, Islam dan Ihsan . Ketiganya diwujudkan dalam praktek tasawuf yang dimulai dari abad pertama Hijrah sebagai bentuk reaksi perlawanan terhadap penyimp...