Langsung ke konten utama

WAKAF PRODUKTIF



Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin mengatakan seharusnya tanah wakaf yang dikelola Badan Wakaf Indonesia bisa digunakan sebagai tempat komersil dibanding hanya untuk kegiatan sosial, seperti pembangunan masjid dan makam. Ma'ruf mengatakan saat ini ada 5,5 miliar meter persegi tanah wakaf yang dikelola Badan Wakaf Indonesia. Sebanyak 10 persen di antaranya berada di lokasi strategis.


"Lahan wakaf yang berada di area strategis seharusnya dapat digunakan untuk area komersil tanpa menghilangkan sarana pemberdayaan umat. Saat ini lebih dari 72 persen tanah wakaf sebagian besar dimanfaatkan untuk masjid dan musala," kata Ma'ruf dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Badan Wakaf Indonesia di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (10/12).  Selain itu, Ma'ruf juga bilang saat ini lebih dari 14 persen tanah wakaf digunakan untuk sekolah dan pesantren, 4,5 persen untuk makam, serta 8,6 persen untuk kegiatan sosial lainnya.



Ma'ruf menyebut tanah wakaf belum dikelola dengan baik sebagai instrumen ekonomi syariah. Padahal tanah wakaf punya manfaat ekonomi yang tinggi bagi umat. Oleh sebab itu, Ma'ruf meminta perbaikan dalam pengelolaan wakaf. Dia meminta Badan Wakaf Indonesia membenahi lima hal, yaitu regulasi tentang wakaf, perbaikan tata kelola, penguatan kapasitas manajemen risiko, pengawasan, integrasi wakaf dengan sistem keuangan, serta standarisasi manajemen dan pengelola wakaf.


"Melalui kesempatan ini, saya ingin mendorong agar pengelolaan wakaf dilakukan secara lebih profesional dan kreatif dengan visi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan skala ekonomi umat," tutur Ketua Majelis Ulama Indonesia itu. (Ma'ruf Amin Ingatkan Tanah Wakaf Tak Melulu untuk Masjid, CNN Indonesia | Rabu, 11/12/2019 06:42 WIB).


Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyatakan telah mendapat tugas khusus dari Presiden Joko Widodo untuk mengurus pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan perekonomian syariah.

"Secara khusus saya mendapat beberapa tugas. Kemiskinan, stunting, mungkin juga nanti penanggulangan bencana, kemudian juga pemberdayaan ekonomi syariah," ujar Ma'ruf di kantor wapres, Jakarta, Senin (1/11).

Ma'ruf menuturkan, tugas yang ia jalankan saat ini umumnya meneruskan tugas yang dulu diberikan Jokowi kepada mantan Wapres Jusuf Kalla.


Untuk pemberdayaan ekonomi syariah, pihaknya saat ini tengah mendorong perkembangan industri halal. Ma'ruf berharap Indonesia bisa mengembangkan sebagai produsen halal, bukan hanya konsumen.
"Selama ini kan kita baru pada taraf memberi sertifikat, memberi pengakuan kehalalan, kemudian menjadi konsumen, nah ke depan kita harus jadi produsen halal," katanya.



DINU KIWARI NGANCIK NU BIHARI SEJA SAMPEUREUN JAGA

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SILSILAH MENURUT ORANG SUNDA

PANCAKAKI  Oleh  :  Agus Prana Mulia  (Budayawan Bogor) Pancakaki  bagi orang Sunda sepertiku sangatlah penting. Karena sebagai salah satu  upaya merekatkan kekerabatan diantara anggota keluarga. Sayang mayoritas generasi muda Sunda - termasuk bangsa Indonesia -  sekarang sudah banyak yang meninggalkan, akibatnya terjadi kehilangan obor alias tidak tahu silsilah keluarga. Saudara menjadi orang lain, orang lain menjadi saudara yang dalam pepatah sundanya :  dulur jadi batur, batur jadi dulur. padahal jelek-jelek juga adalah saudara, buruk-buruk papan jati. Penelusuran garis keturunan ( sakeseler ) dalam khazanah kesundaan diistilahkan dengan  pancakaki . Dalam Kamus Umum Basa Sunda (1993), pancakaki diartikan dengan dua pengertian.  1. Pancakaki menunjukkan hubungan seseorang dalam garis keluarga (perenahna jelema ka jelema deui anu sakulawarga atawa kaasup baraya keneh). Kita pasti mengenal istilah kekerabatan, seperti...

SULUK KA BADUY

Pintu Cicakal Girang Masyarakat Adat Baduy terletak di desa Kanekes, Kec. Leuwidamar, Kab. Lebak, Provinsi Banten. Halaman Parkir Univ. Nusa Bangsa Bogor Gajebo Baduy Luar Puncak Tanjakan Tumayang Cibeo Jambatan (cukang) Ciujung arah Cibeo Bersama mahasiswa Univ. Nusa Bangsa Bogor Ngaweungi (bermalam) di Jamad Cipaler Girang

TASAWUF

TASAWUF, ZIKIR, MODERNITAS DAN PEMBERDAYAAN Oleh : Agus Pranamulia     Konsultan Manajemen Sumber Daya Manusia & Kelembagaan A.            Iftitah     Seluruh komponen bangsa memiliki kewajiban untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal, unggul, berkualitas, dan berakhlak mulia. Pemerintah, masyarakat dan semua elemen yang ada di dalamnya, bertanggungjawab dan memiliki peran yang sama dalam mewujudkan tujuan mulia tersebut. Dalam mengimplementasikan kesadaran atas segenap persoalan yang ada, tidak cukup hanya dengan memahami dan memikirnya saja. Dibutuhkan aplikasi dari kesadaran atas persoalan tersebut. Islam telah meletakan dasar-dasar pemahaman keimanan dan ketakwaan secara lebih konkret dengan konsep ‘ulumul hadis’ yaitu : Iman, Islam dan Ihsan . Ketiganya diwujudkan dalam praktek tasawuf yang dimulai dari abad pertama Hijrah sebagai bentuk reaksi perlawanan terhadap penyimp...